Metode Eklektik (Thoriqoh al-Intiqo'iyyah)

Sebuah metode lahir karena ketidakpuasan terhadap metode lain sebelumnya, metode eklektik adalah suatu upaya para pakar Barat untuk menyempurnakan metode audio lingual yang sangat populer pada tahun 60-an (Tarigan,1993 :116). 
Metode Eklektik adalah istilah yang kadang-kadang di gunakan bagi praktek pemakaian ciri-ciri beberapa metode yang berbeda dalam pengajaran bahasa.(Richards, Platt, & Weber, 1987 : 89). 
Metode eklektik, mengandung arti pemilihan dan penggabungan. Di dalam bahasa Arab, metode ini di sebut dengan beberapa nama, antara lain, Thariqah al-Intiqo’iyyah, Mukhtarah, Taufiqiyyah, Mazdujah. Perlu di tegaskan bahwa penggabungan metode-metode ini hanya bisa di lakukan antar metode yang sehaluan. Dua metode yang asumsinya atau tujuannya bertolak belakang tentu tidak tepat untuk di gabungkan ( Fuad, 2005 : 71-72).
Metode eklektik berkaitan erat dengan subjektifitas pengajar. Sang pengajar seringkali di hadapkan dengan keharusan hanya memilih prosedur yang paling esensial untuk dipakai di dalam kelas dengan cara yang paling efisien. Stern (1983 : 512) melukiskan secara tepat kaitan erat antara eklektisisme dengan subjektifisme sebagai yang tidak “memberi sesuatu bimbingan mengenai dasar apa dan dengan prinsip-prinsip apa”, semua aspek metode-metode yang berbeda itu dapat diseleksi dan di kombinasikan, dapat di pilih dan digabung.
Al-‘araby (1981) menjelaskan, metode eklektik ini bisa menjadi metode yang ideal apabila didukung oleh penguasaan guru secara memadai terhadap berbagai macam metode, sehingga dapat mengambil secara tepat segi-segi kekuatan dari setiap metode dan menyesuaikannya dengan kebutuhan program pengajaran yang ditanganinya, kemudian menerapkannya secara proporsional.
Metode ini didasarkan atas asumsi bahwa :
1. tidak ada metode yang ideal karena masing-masing mempunyai segi-segi kekuatan dan kelemahan,
2. setiap metode mempunyai kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk mengefektifkan pengajaran,
3. lahirnya metode baru harus dilihat tidak sebagai penolakan kepada metode lama, melainkan sebagai penyempurnaan,
4. tidak ada satu metode yang cocok untuk semua tujuan, semua guru, semua siswa, dan semua program pengajaran,
5. yang terpenting dalam pengajaran adalah memenuhi kebutuhan pelajar, bukan memenuhi kebutuhan suatu metode, 
6. setiap guru memiliki kewenangan dan kebebasan untuk memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan pelajar.


Referensi :
Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan, Strategi Pengajaran Dan Pembelajaran Bahasa, Angkasa, bandung, 1993.
Ahmad Fuad Effendi, Metodologi Pengajaran Bahasa Arab, Misykat, Malang 2005.
Richard ; Jack & John Platt & Heidi Weber, Language dictionary of applied Linguistics, Longman, London, 1987.
Stern ; H. H, Fundamentals Concepts of Language Teaching, Oxford University Press,Oxford.
Araby, Shalah Abdul Majid, Ta’allum al-Lughat al-Hayyah wa Ta’limuha, Maktabat Al-Lubnan, Beirut, 1981.



Komentar

  1. Tritanium Axe | Stainless Steel - TiG-Titanium-Arts.com
    Tritanium guy tang titanium toner Axe is a stainless steel knife. Made by Tritanium Wood, this knife is crafted from stainless steel and can be used in a variety of different Blade Material: Stainless SteelLength: 90 Days titanium necklace mens (15 Days)Design: Stainless SteelHandle titanium engine block Material: Stainless SteelWeight: 25 ounces titanium septum jewelry Rating: 4.9 nier titanium alloy · ‎1 review

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bapak dan Kenanganku

Membahagiakan itu Kebahagiaan

Ramadhan 1441 H, Berkah untuk Si Buah Hati